“… anda kami pertahankan karena kebutuhan organisasi …”, begitulah bunyi argumen seorang pejabat. Lantas yang menjadi pertanyaan mengapa saya? mengapa bukan yang lainnya?
Memang bukanlah hal yang mudah (khususnya staf) untuk bergaul bebas dan memilih di lingkungan birokrasi. Kalimat-kalimat di atas merupakan cerminan dari sebuah kekecewaan dan kegalauan dari hasil putusan birokrasi. Jaminan terhadap kesempatan yang sama dimuka hukum yang belum jelas membuat hal-hal tersebut terjadi.
Paling logis memang untuk para pejabat mengatasnamakan kebutuhan organisasi dan bahkan yang lebih hiperbolis adalah ketika kita berargumen, dikatakan tidak loyal kepada pimpinan, tidak nasionalis, tidak patriotis dan sejumlah kata-kata lainnya yang mendiskreditsikan. Sebenarnya yang menjadi permasalahan disini adalah pada saat proses dari pengambilan keputusan yang berdampak terhadap kesempatan yang sama kepada setiap individu tidak jelas dan transparan. Belum lagi jika keputusan pejabat tersebut bersentuhan dengan perwujudan kesejahteraan terhadap stafnya. Sulit memang bagi para pengambil keputusan untuk memilih, namun akan lebih sulit lagi bagi mereka tatkala menggunakan diskresinya salah dan tidak mempunyai argumen yang cukup kuat dan mendasar serta bertentangan dengan hukum.
Keputusan pejabat tersebut juga akan kontra produktif dan diskriminatif dari segi hukum apabila dalam putusannya ada hal-hal yang saling bertentangan satu dengan lainnya. Sebut saja pada contoh di atas, dimana keputusan dari pejabat yang mempertahankan seseorang staf yang ingin pindah tugas dengan alasan kebutuhan organisasi namun disisi lain putusan tersebut memberikan kesempatan yang berbeda (lebih baik) kepada staf lainnya. Belum lagi keputusan yang dibuat tersebut bertentangan dengan aturan hukum yang telah ada. Dalam hal seperti ini yang menjadi pertanyaan bolehkah staf tersebut memilih mana yang terbaik buat dirinya?
Sejatinya alasan terhadap ”kebutuhan organsasi” tidaklah salah, namun ketika alasan itu digunakan seharusnya bukan berhenti sampai disitu saja. Perlu ada alasan lanjutan yang arif dan bijaksana serta dapat menggambarkan sampai seberapa jauh yang bersangkutan dibutuhkan oleh organisasi. Dengan kata lain bagaimana sebenarnya perspektif dan prediksi pejabat yang membuat keputusan tersebut terhadap staf yang dikatakan dibutuhkan itu kedepan nantinya. Jaminan yang cukup memuaskan inilah yang dapat membantu meredam potensi kekecewaan dan kegalauan terhadap seorang staf yang apabila itu tidak terwujud justru akan kontra produktif untuk organisasi itu sendiri.(tum)
Ketika masalah menjadi demikian peliknya, maka ada satu kiat yang perlu dicamkan pada diri kita. Bahwa, sebutir debu bergeser bukan semata-mata angin telah meniupnya, tetapi memang ada Yang Menghendaki agar debu itu bergeser. Itu sebutir debu, apalagi diri ini…
By: jozz on November 7, 2006
at 8:17 pm
“…anda kami pertahankan karena kebutuhan organisasi”. Bisa menjadi sebuah kalimat ‘pisau bermata dua’ manakala dipersepsikan secara tekstual di satu sisi dan kontekstual di sisi yg lain. Ternyata hidup ini tetap sebuah pilihan, kita harus memilih dari sekian banyak pilihan… Go ahead to choose better future. Why not?… wish you luck
By: ANU on November 9, 2006
at 1:56 pm
hidup adalah pilihan. namun untuk bisa memilih, perlu keberanian dan kemampuan untuk berselancar di antara mulut-mulut buaya, tanpa tersentuh gigi-gigi buaya itu apalagi sampe kemakan.
By: antz on November 29, 2006
at 5:54 am